bloggerandpodcaster.com, Lapangan Golf Tertua Surabaya ada Makam Misterius Di tengah hiruk-pikuk Kota Surabaya, berdiri sebuah lapangan golf berusia lebih dari satu abad yang masih aktif hingga sekarang. Tempat ini bukan sekadar arena olahraga elite, tetapi juga menyimpan kisah sejarah kolonial, cerita rakyat, hingga misteri makam tua yang berada tepat di area hole 18.
Banyak warga mengenal makam tersebut dengan nama Mbah Deler. Sosok ini kerap di kaitkan dengan berbagai cerita mistis dan legenda lokal. Namun di balik kisah yang berkembang, tersimpan fakta sejarah menarik yang jarang di ketahui publik.
Sejarah Lapangan Golf Tertua di Surabaya
Olahraga golf pertama kali berkembang di Skotlandia pada abad ke-15. Saat masa kolonial, permainan ini di bawa masuk ke Hindia Belanda oleh masyarakat Eropa yang tinggal di Nusantara.
Di Surabaya, perkembangan golf mulai terlihat pada akhir abad ke-19. Lapangan golf yang kini di kenal sebagai Padang Golf Ahmad Yani atau PGAY mulai beroperasi sekitar tahun 1898. Lokasinya berada di kawasan Gunungsari yang saat itu masih di penuhi area hijau dan perkebunan.
Hingga kini, tempat tersebut masih di anggap sebagai salah satu lapangan golf tertua di Jawa Timur.
Selain menawarkan suasana klasik, lapangan ini juga mempertahankan nuansa kolonial yang masih terasa kuat. Pepohonan besar, area hijau luas, dan bangunan bergaya lama membuat tempat ini berbeda di banding lapangan golf modern lainnya.
Hole 18 dan Makam Misterius yang Jadi Perhatian
Salah satu bagian paling menarik dari lapangan golf tertua di Surabaya berada di hole 18. Di area inilah terdapat sebuah makam tua peninggalan era kolonial Belanda.
Keberadaan makam tersebut sejak lama memancing rasa penasaran pengunjung. Banyak pegolf hingga warga sekitar menyebutnya sebagai makam Mbah Deler.
Cerita tentang makam itu berkembang dari generasi ke generasi. Sebagian orang percaya Mbah Deler merupakan sosok penjaga kawasan tersebut. Ada pula yang menganggapnya sebagai pegolf legendaris pada masanya.
Mitos semakin berkembang karena di bagian atas makam terdapat ornamen berbentuk piala dari logam berwarna perunggu. Ornamen itu membuat masyarakat mengaitkan makam tersebut dengan dunia golf.
Padahal, fakta sejarah menunjukkan cerita tersebut tidak sepenuhnya benar.
Asal-usul Nama Mbah Deler
Nama Mbah Deler sebenarnya bukan nama asli tokoh yang di makamkan di lokasi tersebut. Menurut cerita yang berkembang, nama itu muncul dari penyebutan warga lokal terhadap nama asing Belanda yang sulit di lafalkan.
Beberapa sumber menyebut masyarakat awalnya mengenal nama Van Deuller. Lama-kelamaan, penyebutannya berubah menjadi Mbah Deler agar lebih mudah di ucapkan oleh warga sekitar.
Fenomena perubahan nama seperti ini cukup umum terjadi pada masa kolonial. Banyak nama Eropa akhirnya berubah mengikuti logat dan di alek lokal masyarakat Jawa Timur.
Karena itulah, nama Mbah Deler lebih di kenal di banding identitas asli tokoh tersebut.
Fakta Sejarah Sosok di Balik Makam Tua

Berdasarkan catatan sejarah dalam buku Oud Soerabaia karya Von Faber, makam di kawasan Gunungsari itu merupakan makam Fredrik Jacob Rothenbuhler.
Ia bukan pegolf profesional seperti cerita yang berkembang di masyarakat. Rothenbuhler di kenal sebagai pejabat penting pemerintahan kolonial Belanda.
Selain menjalankan tugas administratif, ia juga aktif dalam dunia bisnis. Beberapa usahanya berkaitan dengan perdagangan sarang burung walet dan mutiara di wilayah Jawa Timur.
Rothenbuhler wafat pada 21 April 1836. Fakta ini sekaligus mematahkan anggapan bahwa di rinya seorang pegolf. Sebab, lapangan golf tersebut baru di bangun puluhan tahun setelah kematiannya.
Dengan kata lain, kisah Mbah Deler lebih banyak di pengaruhi cerita rakyat di banding fakta sejarah sebenarnya.
Misteri dan Mitos Lapangan Golf yang Masih Bertahan
Walaupun fakta sejarah mulai terungkap, cerita mistis tentang Mbah Deler tetap hidup hingga sekarang.
Beberapa pegolf mengaku merasakan suasana berbeda ketika bermain di sekitar hole 18, terutama menjelang malam. Ada pula cerita lama yang menyebut orang yang tidak menghormati makam bisa mengalami kejadian buruk.
Namun hingga kini, tidak ada bukti nyata yang mendukung cerita tersebut.
Bagi sebagian masyarakat Surabaya, kisah Mbah Deler justru menjadi bagian dari folklor kota yang menarik untuk di kenang. Cerita semacam ini di anggap memperkaya identitas sejarah lokal.
Selain itu, keberadaan makam tua di tengah lapangan golf memang menjadi pemandangan yang tidak biasa. Hal inilah yang membuat banyak orang penasaran dan ingin melihat langsung lokasinya.
Lapangan Golf yang Jadi Saksi Perjalanan Surabaya
Lapangan golf tertua di Surabaya bukan hanya tempat olahraga. Area ini juga menjadi saksi perubahan kota dari masa kolonial hingga era modern.
Dahulu kawasan Gunungsari masih di dominasi lahan terbuka dan perkebunan. Kini, area sekitarnya sudah berkembang menjadi kawasan perkotaan padat.
Meski demikian, lapangan golf ini tetap mempertahankan karakter aslinya. Nuansa klasik yang masih terasa membuat banyak orang menganggapnya sebagai bagian penting sejarah Surabaya.
Beberapa komunitas sejarah bahkan menilai tempat ini memiliki nilai heritage tinggi karena berkaitan langsung dengan perkembangan kota pada masa Hindia Belanda.
Wisata Lapangan Golf Sejarah di Tengah Kota
Belakangan, wisata sejarah semakin di minati masyarakat. Banyak orang mulai tertarik mengunjungi tempat-tempat lama yang memiliki cerita unik.
Lapangan golf tertua di Surabaya termasuk salah satu lokasi yang menarik perhatian karena menggabungkan unsur olahraga, sejarah, dan misteri dalam satu tempat.
Pengunjung tidak hanya melihat area hijau luas, tetapi juga bisa mengenal sisi lain Surabaya tempo dulu.
Selain makam Mbah Deler, kawasan sekitar Surabaya juga memiliki banyak peninggalan kolonial lain seperti:
- Gedung Grahadi
- Kota Lama Surabaya
- Makam Peneleh
- Jembatan Merah
- House of Sampoerna
Keberadaan situs-situs tersebut menunjukkan Surabaya memiliki sejarah panjang yang masih bisa di telusuri hingga sekarang.
Kenapa Cerita Seperti Ini Selalu Menarik?
Cerita sejarah yang bercampur dengan mitos selalu punya daya tarik tersendiri. Apalagi jika lokasinya berada di tempat yang masih aktif di gunakan masyarakat.
Makam tua di tengah lapangan golf menghadirkan kontras yang unik. Di satu sisi ada aktivitas olahraga modern, sementara di sisi lain terdapat peninggalan masa lalu yang penuh cerita.
Kombinasi itulah yang membuat kisah Mbah Deler terus di bicarakan.
Selain itu, masyarakat Indonesia memang memiliki kedekatan kuat dengan cerita tutur. Legenda lokal sering bertahan lebih lama di banding catatan sejarah resmi karena di wariskan secara langsung dari mulut ke mulut.
Kesimpulan
Lapangan golf tertua di Surabaya bukan sekadar tempat bermain golf. Kawasan ini menyimpan sejarah panjang sejak era kolonial Belanda hingga menjadi bagian penting perkembangan Kota Pahlawan.
Keberadaan makam Mbah Deler di hole 18 menambah daya tarik tersendiri. Meski banyak cerita mistis berkembang, fakta sejarah menunjukkan sosok di balik makam tersebut adalah Fredrik Jacob Rothenbuhler, seorang pejabat kolonial Belanda.
Namun justru perpaduan antara sejarah dan cerita rakyat itulah yang membuat tempat ini tetap menarik hingga sekarang. Bagi pecinta sejarah maupun wisata unik, lapangan golf tua di Surabaya ini layak masuk daftar lokasi yang wajib di kunjungi.
Sebagai kota penuh jejak masa lalu, Surabaya memang selalu punya cerita yang menarik untuk di gali lebih dalam.